Mengenal IATA Airport Codes

Photo by billow926 on Unsplash

Airportman.id – Bagi kalian yang sering atau pernah terbang menggunakan pesawat pasti pernah memperhatikan kode berupa tiga huruf unik yang umumnya tertera di boarding pass, tag bagasi atau di beberapa bagian bandara.

Tiga huruf tersebut adalah IATA Airport Code, yaitu tiga huruf alfanumerik yang digunakan untuk mengidentifikasi bandara-bandara di seluruh dunia.

Airport Code tersebut ditentukan oleh International Air Transport Association (IATA).

Penggunaan airport code dimulai pada tahun 1930-an. Ketika itu pilot-pilot di Amerika Serikat menggunakan kode dua huruf mengacu pada kode identifikasi kota milik National Weather Service (NWS).



Karena jumlah bandara di seluruh dunia bertambah banyak dan kombinasi dua huruf dikhawatirkan tidak lagi cukup (maksimal 676 kombinasi), maka di akhir 1940-an sistem kode dua huruf tersebut diubah menjadi tiga huruf. Dengan sistem tiga huruf tersebut dapat menghasilkan hingga 17.576 kombinasi kode.

IATA baru terlibat di tahun 1960an, ketika para maskapai memutuskan bahwa mereka membutuhkan proses standar untuk menghindari kebingungan.

Lalu bagaimana cara menentukan airport code?

Yang paling umum digunakan adalah nama kota tempat bandara berada. Sebagai contoh, airport code Bandara Frankfurt adalah FRA karena berada di kota FRAnkfurt, Jerman. Kemudian di Indonesia ada DPS untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berada di kota DenPaSar.

Selain berdasarkan nama kota, airport code diambil dari nama bandara (biasanya diambil dari nama tokoh bersejarah). Sebagai contoh Bandara John F. Kennedy di Kota New York, AS, yang memiliki airport code JFK. Juga Bandara Charles De Gaulle di Kota Paris, Prancis dengan CDG sebagai airport code-nya.



Bahkan untuk bandara-bandara di Kanada. Hampir seluruh bandaranya menggunakan awalan huruf untuk airport code-nya. Sebagai contoh Bandara Toronto Pearson (YYZ) dan Bandara St. Johns (YYT).

Hal tersebut berhubungan dengan sejarah, dimana dahulu huruf “Y” yang merupakan prefiks dari “Yes” mengindikasikan bahwa di bandara kala itu terdapat stasiun cuaca.

Yang terpenting dalam penentuan airport code  adalah tidak boleh ada kombinasi tiga huruf yang sama untuk dua atau lebih bandara.

Picture of Giovanni Pratama

Giovanni Pratama

Bagikan artikel ini di media sosial Anda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian