Bandara Internasional Dhoho-Kediri: Siap Beroperasi Tahun Ini

Photo by Wika Gedung

Airportman.id –┬áMenurut Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KM 166 tahun 2017 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional, Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki enam bandar udara eksisting dan direncanakan akan ada tambahan dua bandar udara baru. Bandara eksisting tersebut antara lain Bandara Abdul Rachman Saleh-Malang, Bandara Juanda-Surabaya, Bandara Bayuwangi, Bandara Trunojoyo-Sumenep, Bandara Noto Hadinegoro-Jember, dan Bandara Harun Thohir-Gresik. Salah satu bandara baru tersebut adalah Bandar Udara Internasional Dhoho di Kediri.

Groundbreaking Bandara Kediri telah dilaksanakan pada tanggal 15 April 2020 secara virtual oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Mengutip dari kanal berita ekonomi.republika.co.id tanggal 7 Januari 2023, bandara ditargetkan siap beroperasi pada semester II tahun 2023. Diharapkan pembangunan ini akan dapat menghidupkan roda perekonomian di Kediri dan sekitarnya serta mengakomodasi permintaan jasa angkutan udara di wilayah Jawa Timur bagian selatan.

Pembangunan Bandara ini diinisiasi oleh perusahaan rokok Gudang Garam melalui anak perusahannya PT Surya Dhoho Investama (SDHI). Dengan sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) dimana Kementerian Perhubungan sebagai PJPK, PT SDHI menggandeng PT AP 1 untuk menjadi operator bandara ini. Adapun pembiayaan disiapkan seluruhnya oleh SDHI dan tercatat sebagai pembangunan bandara pertama yang dibiayai penuh oleh pihak swasta.

Bandara kediri terletak di tiga yaitu Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Tarokan di Kabupaten Kediri. Bandara yang memiliki luas sekitar 321 ha ini didesain untuk dapat mengkomodasi pergerakan penumpang di tahap ultimate hingga 10 juta penumpang per tahun dan pergerakan pesawat hingga 77.000 pergerakan per tahun. Tahap ultimate ini diperkirakan tercapai pada 20 hingga 25 tahun kedepan. Saat ini pengembangan fasilitas sisi udara dan sisi darat diperuntukan untuk mengakomodasi pergerakan penumpang di tahap awal/ tahap 1 yaitu sebesar 1,5 juta per tahun atau setara dengan 13 ribu pergerakan pesawat tahunan. Pembangunan secara bertahap ini perlu dilakukan untuk mengatur cash flow keuangan perusahaan, mengurangi biaya operasional dan perawatan yang tidak diperlukan, dan mengantisipasi adanya perubahan strategi pengembangan bandara di masa depan.

Pada tahap awal pengoperasiannya Bandara Dhoho memiliki landas pacu dengan panjang 3.300 meter , 9 parking stand, dan terminal penumpang dengan luas 18.000 m2 serta parkir kendaraan dengan luas hingga 37.000 m2. Fasilitas penunjang lain yang juga disiapkan seperti terminal general aviation/ terminal VIP, hanggar, menara ATC, dan bangunan utilitas lainnya.

Runway bandara Dhoho Kediri memiliki dimensi panjang 3.300 m dengan lebar 45 meter dan berada di ketinggian +95 m msl. Dengan panjang runway ini airbus A330-300 dapat beroperasi dengan kondisi MTOW (Maximum Take-Off Weight) dan dapat terbang sejauh 11.000 km atau 11 jam penerbangan. sedangkan untuk B777-300 ER terdapat pengurangan berat take off pesawat karena dalam kondisi MTOW, tinggi runway 312 feet, dan suhu 29 derajat celcius dibutuhkan panjang landasan hingga 3.800 m. pengurangan berat take-off ini akan berdampak pada pengurangan jarak terbang pesawat atau berkurangnya kargo atau payload yang dapat diangkut. Nomor runway terkonfirmasi 14-32 Arah runway ini mirip dengan nomor runway bandara madiun 17-35 dan bandara Malang yang berada di sisi timurnya. 17-35.

Pada tahap awal ini runway tidak dilengkapi dengan parallel taxiway dikarenakan pergerakan pesawat diperkirakan hanya 6 pergerakan di jam sibuk. Ketika pergerakan pesawat mengalami kenaikan hingga 16-20 pergerakan maka diperlukan pembangunan parallel taxiway di sisi barat runway sesuai dengan masterplan pembangunan.

Bandara Dhoho akan dilengkapi dengan 9 parking stand. Terdiri dari 7 parking stand untuk pesawat narrow body dan 2 parking stand wide body. Parking stand wide body ini dipersiapkan untuk mengakomodasi adanya potensi penerbangan umroh atau haji menggunakan airbus A330-300 atau Boeing B777-300ER. Garuda dan Batik dikabarkan tertarik untuk membuka penerbangan umrah (sumber www. Republika.co.id 7 januari 2023).

Saat ini progres pembangunan landas pacu sudah hampir rampung dan dapat dipastikan dalam beberapa bulan kedepan akan siap untuk dilakukan verifikasi kelayakan final sebelum beroperasi pada semester 2 tahun 2023. Untuk fasilitas sisi darat sedang dikebut pengerjaannya agar dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan.

Terminal penumpang memiliki luas 18.000 m2 dan dapat mengakomodasi pergerakan penumpang hingga 1,5 juta per tahun. Fasilitas yang disediakan antara lain garbarata sebanyak tiga unit, empat Boarding gate, 18 konter check in dan kerb keberangkatan dan kedatangan yang cukup luas untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan.

Progres pembangunan terminal penumpang Bandara Dhoho (Sumber: Jawa Pos)

Terminal penumpang ini terbagi menjadi dua lantai dimana lantai dasar untuk area kedatangan penumpang remote (penumpang yang turun tidak menggunakan garbarata) dan area boarding gate. Pada lantai satu diatasnya digunakan untuk menjadi area keberangkatan domestik-internasional dan juga digabung dengan area kedatangan domestik-internasional. Pembagian ruangan ini cukup unik karena pada umumnya pembagian lantai dimaksudkan untuk pemisahan area keberangkatan dan area kedatangan agar tidak terjadi crossing antara penumpang datang dan berangkat. Misal area keberangkatan di lantai atas dan area kedatangan di lantai bawah.

Bentuk atap terminal penumpang berbentuk gunung dengan puncak terbuka/ void untuk memasukan cahaya matahari ke area kerb. Bentuk ini sepertinya terinspirasi dari banyaknya pegunungan yang berada disekeliling bandara seperti Gunung Kelud, Gunung Wilis, Gunung Kawi dll. Adaptasi lingkungan sekitar juga diterapkan pada interior dengan desain artwork yang mengadopsi budaya/ kultur lokal daerah Kediri dan sekitarnya.

Ridwan Harry

Ridwan Harry

Bagikan artikel ini di media sosial Anda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian