Tragedi di Bandara: 4 Kecelakaan Pesawat Terburuk dalam Sejarah

Photo by Getty Images/CORR/AFP

Airportman.id – Kecelakaan pesawat merupakan bencana yang sangat mengejutkan dan memilukan. Kejadian ini dapat saja terjadi sewaktu-waktu meskipun sejumlah langkah keselamatan sudah diterapkan pada penerbangan. Salah satu tempat di mana kecelakaan pesawat terjadi adalah di bandara. Di sana, landasan pacu menjadi area yang sangat penting, dan kesalahan dalam navigasi atau komunikasi dapat mengakibatkan bencana besar.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 4 kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah yang pernah terjadi di beberapa bandara di seluruh dunia, yang memperlihatkan bagaimana faktor kesalahan dan kecelakaan teknis dapat mempengaruhi keselamatan penerbangan.

1) Tabrakan pesawat di Bandara Internasional Tenerife (TFN) di Spanyol pada tahun 1977. 

Pada 27 Maret 1977, terjadi kecelakaan pesawat yang sangat fatal di Bandara Internasional Tenerife (TFN) di Spanyol. Dalam kecelakaan ini, dua pesawat terbang bertabrakan di landasan pacu dan menewaskan 583 orang, membuatnya menjadi bencana pesawat terburuk dalam sejarah penerbangan.

Kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia, di mana pilot pesawat KLM Boeing 747 flight 4805 yang akan lepas landas menyalakan mesin dan memulai takeoff tanpa persetujuan dari menara kontrol, ketika pesawat Pan Am Boeing 747 flight 1736 masih berada di landasan pacu. Meskipun menara kontrol mencoba untuk menghentikan pesawat KLM, pesawat tetap lepas landas dan bertabrakan dengan pesawat Pan Am.

Puing-puing pesawat akibat kecelakaan di Bandara Tenerife (Sumber: Wikimedia Commons)

Insiden ini menjadi pelajaran bagi industri penerbangan dan memunculkan protokol komunikasi yang lebih baik antara pilot dan menara kontrol, serta perubahan pada prosedur keselamatan penerbangan.



2) Kecelakaan pesawat di Bandara Congonhas (CGH) di São Paulo, Brazil pada tahun 2007.

Pada tanggal 17 Juli 2007, sebuah pesawat Airbus A320 (PR-MBK) yang dioperasikan oleh maskapai TAM Airlines dalam penerbangan penumpang domestik terjadwal (JJ3054) dari Porto Alegre menuju São Paulo Congonhas dan melakukan pendaratan malam hari dengan kondisi pandangan normal gagal untuk memperlambat laju setelah menyentuh landasan pacu 35L dan keluar dari permukaan yang diperkeras di ujung landasan pacu dan airborne sebelum menabrak sebuah bangunan di luar batas bandara.

Baik bangunan maupun pesawat hancur akibat benturan dan kebakaran hebat yang terjadi kemudian. Kecelakaan ini mengakibatkan 187 penumpang dan awak pesawat serta 12 orang di sekitarnya tewas.

Kondisi setelah kejadian dan proses evakuasi korban (Sumber: Agência LUZ/ABr via Wikimedia Commons)

Insiden kecelakaan ini menjadi salah satu insiden terbesar dan paling mematikan yang pernah terjadi di Brazil dan Amerika Selatan.

3) Kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Madrid-Barajas (MAD) di Spanyol pada tahun 2008.

Pada tanggal 20 Agustus 2008, sebuah pesawat McDonnell Douglas MD-82 yang dioperasikan oleh Spanair dengan nomor penerbangan 5022 mengalami kecelakaan saat lepas landas dari Bandara Internasional Madrid-Barajas (MAD) di Spanyol. Kecelakaan tersebut menyebabkan 154 penumpang dan awak pesawat meninggal dunia, sedangkan hanya 18 penumpang yang selamat.

Pesawat Spanair Flight 5022 yang jatuh sesaat setelah lepas landas di Bandara Madrid Barajas (Foto oleh Gerry Stegmeier)

Penyebab kecelakaan tersebut diduga akibat kesalahan pilot dalam mengoperasikan pesawat. Kondisi cuaca yang buruk pada saat kejadian juga menjadi faktor yang memperparah situasi. Kecelakaan ini merupakan salah satu kecelakaan pesawat terburuk yang pernah terjadi di Spanyol.



4) Kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Sioux City (SUX), Amerika Serikat pada tahun 1989.

Pada tanggal 19 Juli 1989, sebuah pesawat McDonnell Douglas DC-10 milik United Airlines dengan nomor penerbangan 232 mengalami kegagalan mesin saat terbang di atas Iowa, Amerika Serikat. Kegagalan mesin ini mengakibatkan kerusakan pada sistem hidrolik pesawat dan menghilangkan kemampuan untuk mengontrol arah pesawat. Pilot mencoba berbagai cara untuk mengendalikan pesawat, tetapi akhirnya pesawat jatuh saat mendarat di Bandara Internasional Sioux City.

Pesawat United Airlines Flight 232 yang mengalami kecelakan di Bandara Sioux City (Foto oleh Kplastique di Wikimedia)

Dari 296 penumpang dan awak pesawat, sebanyak 112 orang tewas dalam kecelakaan ini. Namun, keberhasilan para pilot dalam melakukan manuver untuk mengarahkan pesawat ke landasan pacu yang tersedia, meski tanpa sistem hidrolik yang berfungsi, berhasil menyelamatkan sebagian besar penumpang yang lainnya. Kecelakaan ini kemudian menjadi bahan studi dan pelajaran dalam pengembangan teknologi keselamatan penerbangan, serta pelatihan bagi para pilot di seluruh dunia.



Giovanni Pratama

Giovanni Pratama

Bagikan artikel ini di media sosial Anda:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian